BAHASA INDONESIA DAN TEKNIK PENULISAN ILMIAH

Posted: March 30, 2012 in Uncategorized

Pert 1

  • Komunikasi

Komunikasi membutuhkan suatu bahasa yang bisa di mengerti untuk dapat berkomunikasi terhadap sesama.

 Komunikasi di bedakan menjadi dua, yaitu :

ð  Komunikasi secara Verbal adalah Komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan liusan atau tulisan.

ð  Komunikasi secaara Non Verbal adalah Komunikasi yang dilakukan menggunakan selain bahasa.

Seperti : - menggunakan simbol (Tanda Latin)

               - menggunakan Isyarat (Lambaian Tangan)

               - Kode  (Morse)

               – Bunyi-bunyian (Sirine, kentongan)

Ada Beberapa Fungsi Bahasa yaitu :

  • Berkomunikasi
  • Mengekspresikan diri (Berupa puisi, perasaan seseorang dll..)
  • Berintegrasi & beradaptasi social
  • Kontrol sosial (Bagaimana seseorang  mencermati informasi yang di sampaikan, lalu memfungsikannya)

 

  • Ragam & Laras Bahasa

Ragam Bahasa adalah Variasi bahasa yang terjadi karena pemakaian bahasa.

Variasi artinya ada bahasa tulis, lisan, ragam formal, nonforman dan semi formal.

Contoh :

- Ragam Formal (Saya, Anda, Saudara, Bapak, Ibu dan Saudara)

- Ragam Semifromal (Aku, Kamu, Bung, Mas, dan Mbak)

- Ragam nonFormal (Gue, Ane, Lu, Neng dan Situ)

Ragam Bahasa terdiri dari :

Ragam Baku dan Tidak Baku

Ragam baku merupakan ragam bahasa yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar masyarakat pemakainya sebagai bahasa resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dalam penggunaanya. Sedangkan ragam tidak baku adalah ragam yang tidak dilembagakan dan ditandai oleh cirri-ciri menyimpang dari norma ragam baku.

Ragam bahasa baku memiliki sifat yaitu kemantapan dinamis, cendekia dan seragam. Kemantapan diartikan sebagai kesesuaian dengan kaidah bahasa dan dinamis yaitu tidak kaku atau tidak kaku. Bersifat cendekia karena ragam baku dipakai pada tempat-tempat resmi yang lebih sering terlibat di dalamya adalah kaum terpelajar. Dan bersifat seragam karena pada dasarnya pembakuan bahasa merupakan proses penyeragaman bahasa. Agar dapat dipakai dan dimengerti setiap orang pemakainya.

Ragam Baku Tulis dan Ragam Baku Lisan

Dengan adanya dua jenis ragam bahasa di atas yaitu ragam lisan dan tulis, dan ragam baku dan tidak baku  muncul sebuah ragam bahasa yang lain yaitu ragam baku tulis dan ragam baku lisan. Kedua ragam ini memiliki konsep yang sama dengan ragam di atas.

Ragam baku tulis merupakan ragam yang dipakai dengan resmi dalam buku-buku pelajaran atau buku-buku ilmiah. Ragam baku tulis berpedoman pada pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan, pedoman umum pembentukan istilah, dan KBBI. Sedangkan untuk ragam baku lisan adalah bagaimana menggunakan ragam bahasa baku seperti di atas dalam situasi lisan. Hal yang menentukan baik tidaknya ragam baku lisan seseorang adalah banyak sedikitnya pengaruh dialek atau logat bahasa daerah pembicara. Jika bahasa yang digunakan atau logat yang digunakan masih sangat menunjukan bahasa atau logat bahasa daerah maka dapat dikatakan bahasa baku lisan pembicara tersebut masih kurang baik.

  • Laras Bahasa

Macam-macam Laras Bahasa

-          Laras Ilmiah adalah kesesuaian antara bahasa dan fungsi pemakaiannya. Dalam hal itu, kita mengenal berbagai laras, seperti laras iklan, laras lagu, laras ilmiah, laras ilmiah populer, laras feature, laras komik, laras sastra. Setiap laras masih dapat dibagi lagi atas sublaras, misalnya laras sastra dapat dibagi lagi atas laras cerpen, laras puisi, laras novel, dan sebagainya.

-          Laras Sastra  (Puisi, cerpen, novel dll)

-          Laras Jurnalistik Adalahbahasa jurnalistik adalah satu ragam bahasa yang digunakan wartawan yang memiliki sifat-sifat khas singkat, padat, sederhana, lancar, jelas, lugas dan menarik

-          Laras Hukum

Pada saat digunakan sebagai alat komunikasi, bahasa masuk dalam berbagai laras sesuai dengan fungsi pemakaiannya. Jadi, laras bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan pemakaiannya. Dalam hal ini kita mengenal iklan, laras ilmiah, laras ilmiah populer, laras feature, laras komik, laras sastra, yang masih dapat dibagi atas laras cerpen, laras puisi, laras novel, dan sebagainya.

Setiap laras memiliki cirinya sendiri dan memiliki gaya tersendiri. Setiap laras dapat disampaikan secara lisan atau tulis dan dalam bentuk standar, semi standar, atau nonstandar. Laras bahasa yang akan kita bahas dalam kesempatan ini adalah laras ilmiah.

 

Pert .2

  • Tata Ejaan dan Pilihan Kata

Pengertian :

Ejaan adalah Seperangkat aturan / kaidah pelambangan bunyi bahasa perusahaan, penggabungan dalam penulisannya dalam bahasa.

Mengeja adalah Kegiatan melafalkan huruf, suku kata atau kata.

Jenis Ejaan ada 3

-           Ejaan Van Ophusyen

Ejaan Van Ophusyen disebut juga Ejaan Balai pustaka. Masyarakat pengguna bahasa menerapkannya sejak tahun 1901 sampai 1947. Ejaan ini merupakan karya Ch. A. Van Ophusyen, dimuat dalam kitab Logat Melayoe (1901). Ciri khusus ejaan Van Ophusyen:

-          Ejaan Republik/ Ejaan Suwandi

-          Ejaan Republik dimuat dalam surat keputusan Menteri P dan K Mr. Soewandi No.264/Bhg. A tanggal 19 maret 1947 oleh sebab ini disebut sebagai Ejaan Suwandi. Siste ejaan suwandi merupakan sistem ejaan latin untuk bahasa Indonesia.

-          Ciri khusus Ejaan Republik/ Suwandi :

  1. Huruf /oe/ dalam ejaan Van Ophusyen berubah menada /u/.
  2. Tanda trema pada huruf /a/ dan /i/ dihilangkan.
  3. Koma ain dan koma hamzah dihilangkan. Koma hamzah ditulis dengan /k/ misalanya kata menjadi katak.
  4. Huruf /e/ keras dan /e/ lemah ditulis tidak menggunakan tanda, misalnya    ejaan, seekor, dsb.
  5. Penulisan kata ulang dapat dilakukan dengan dua cara.

-          Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan penyempurnaan dari ejaan-ejaan sebelumnya. EYD diresmikan pada saat pidato kenegaraan memperingati HUT Kemerdekaan RI XXVII, 17 agustus 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya,Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.Kemudian dikukuhkan dalam Surat Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972. EYD ini hasil kerja panitia ejaan Bahasa Indonesia yang dibentuk tahun 1966.

  • Ruang Lingkup EYD

-          Pemakaian huruf

-          Penulisan huruf

-          Penulisan kata

-          Penulisan unsur serapan

  • Pemakaian Huruf

-          Abjad (a,b,c,d,…z)

-          Vokal (a, I, u, e, o)

-          Diftoong (gabungan dua vokal)

-           

 

Pert .3

  • Kalimat

merupakan bentuk bahasa atau wacana yang digunakan sebagai sarana untuk menuangkan dan menyusun gagasan secara terbuka agar dapat dikomunikasikan kepada orang lain (Mustakim, 1994).
adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subjek dan predikat, mempunyai intonasi dan bermakna (Finoza, 2003)

Unsur kalimat
adalah unsur sintaksis (jabatan kata/peran kata) yang terdiri dari:
– Subjek (S)
Bagian kalimat yang menunjukkan pelaku, sosok (benda), semua hal, atau masalah yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan.

- Predikat (P)
• Predikat menyatakan : keadaan yang dilakukan oleh S, Sifat, situasi, status, ciri atau jati diri S, Jumlah sesuatu yang dimiliki S.
• Bagian kalimat menghubungkan antar S dengan O dan K
• Dapat berupa kata/frasa berkelas verba, adjektifa, numeralia (kt. Bilangan), dannomina (benda)

- Objek (O)
• Bagian kalimat yang melengkapi P.
• Objek pada umumnya diisi oleh nomina, frasa nominal, atau klausa.
– Nomina = buku
– Frasa Nomina = buku sejarah
– Klausa = buku sejarah pertempuran bangsa Melayu
• Letak O selalu di belakang P yang berupa verba transitif, yaitu verba yang memerlukan O.
Membuat, merancang 􀃆 verba transitif 􀃆 P yang memerlukan O

- Pelengkap (Pel)
• Pelengkap atau komplemen adalah bagian kalimat yang melengkapi P.
• Letak Pelengkap umumnya di belakang P yang berupa verba.
• Seringkali kita dibuat bingung antara Pelengkap dan O.
• Pelengkap tidak dapat menjadi Subyek bila dipasifkan.

- Keterangan (Ket)
• Bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal tentang bagian kalimat yang lainnya.
• Unsur Ket dapat berfungsi untuk menerangkan S, P, O, dan Pel.
• Dimanakah posisi keterangan itu? Bisa di awal, tengah, dan akhir kalimat.

Pert .4

  • Kalimat Efektif

Yaitu kalimat yang benar, jelas dan mempunyai makna yang mudah di pahami.

Kehematan kata yaitu Upaya menghindari pemakaian kata yang tidak perlu.

Di gunakan untuk dengan :

-          Menghilangkan subyek

-          Menghindari pemakaian superordinate pada hiponimi kata.

-          Menghindarkan kesinoniman

Menjamakkan kata yang sudah jamak

Contoh :

-          Para tamu-tamu telah hadir (Tamu)

Kesatuan Gagasan yaitu terdapatnya satu ide pokok dalam sebuah kalimat.

Kelogisan adalah terdapat arti kalimat yang logis/masuk akal dan penulisannya sesuai EYD.

KEHEMATAN KATA
􀂄 Kehematan adalah upaya menghindari pemakaian kata yang tidak perlu.
􀃆kata menjadi padat berisi.
􀂄 Dapat dilakukan dengan cara:
􀂄 Menghilangkan pengulangan subyek
􀂄 Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata
􀂄 Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat
􀂄 Kehematan dengan tidak menjamakkan kata yang sudah jamak

KESATUAN GAGASAN
􀂄 Kesatuan gagasan adalah terdapatnya satu ide pokok dalam sebuah kalimat.
􀂄 Contoh: Berdasarkan agenda sekretaris manajer personalia akan memberi pengarahan kepada pegawai baru.

KELOGISAN
􀂄 Kelogisan adalah terdapatnya arti kalimat yang
logis/masuk akal dan penulisannya sesuai EYD.
􀂄 Contoh: Karena lama tinggal di asrama putra, anaknya semua laki-laki., Kepada ibu Intha, waktu dan tempat kami persilakan., Jalur ini terhambat oleh iring-iringan jenazah.

Ciri-ciri kalimat efektif

-          Kesepadanan gagasan

-          Keparalelan

-          Kehematan kata

-          Kesatuan gagasan

-          Kelogisan

-          Ketegasan

Pert .5

  •  Variasi Kalimat

 

Frase Adalah  pengungkapan kembali suatu konsep dengan cara lain dalam bahasa yang sama, namun tanpa mengubah maknanya tetapi belum menjadi kalimat.

Parafrase adalah istilah linguistik yang berarti pengungkapan kembali suatu konsep dengan cara lain dalam bahasa yang sama, namun tanpa mengubah maknanya. Parafrase memberikan kemungkinan kepada sang penulis untuk memberi penekanan yang agak berlainan dengan penulis asli. Istilah parafrase berasal dari bahasa Inggris paraphrase, dari bahasa Latin paraphrasis, daribahasa Yunani para phraseïn yang berarti “cara ekspresi tambahan”.

è Kalimat aktif Kalimat pasif
 

-Pengubahan dengan cara:
 Obyek kalimat aktif menjadi subyek pada kalimat pasif dan subyek pada kalimat aktif menjadi pelengkap pada kalimat pasif. Predikat diisi oleh verba berawalan (me N-)

-Pelengkap pada kalimat pasif menjadi subyek pada kalimat aktif, dan subyek menjadi Obyek. Predikat diisi oleh verba berawalan (di-)

è  Stilistika
Stilistika yaitu Predikat dan Obyek pada kalimat aktif menjadi Subyek pada kalimat pasif.

è Elips atau Pelesapan
Pelesapan dilakukan pada bagian tertentu dalam suatu kalimat atau bagian itu diganti dengan bentuk yang lebih pendek tanpa mengubah makna kalimat.

è Penggabungan
Ide yang berkaitan erat dapat dinyatakan dalam kalimat majemuk.
è Permutasian

- Permutasian yaitu mengedepankan fungsi-fungsi sintaktis tertentu tanpa mengubah makna kalimat.

-  Fungsi sintaktis adalah unsur-unsur dalam kalimat yang menempati fungsi SPOPelK
è Sinonim
Sinonim yaitu mengganti kata atau istilah tertentu dengan kata atau istilah lain yang mempunyai makna sama.
è Ekuatif
Variasi Ekuatif dilakukan dengan cara mengubah status Predikat dan Obyek menjadi Subyek dengan
menambah kata adalah.
è Meletakkan kata modal
Kata modal untuk menyatakan kepastian: pasti, pernah, tentu, dst
è Menggunakan Frasa
–  Menurut para ahli bedah, sulit untuk menentukan diagnosa jika keluhan hanya berupa sakit perut.
–  Anak-anak yang kurang mendapat perhatian cenderung melakukan perbuatan yang tidak diinginkan.

 

10390100042

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s