Rangkuman Bahasa Indonesia

BAB 8

Alinea / Paragraf

Satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa

Kalimat, Tetapi dimungkinkan juga alinea yang hanya satu kalimat.

Contoh :

Otakku penuh, badanku lemah tak bertenaga. Aku bingung,

tak tahu harus bagaimana menghadapinya. Aduh…, bagaimana

aku menghadapi hari esok?

Malam semakin larut, aku masih tetap duduk disini

memikirkan semuanya.

Berdasarkan fungsinya, struktur alinea diklasifikasikan dalam 2 macam :

1. Kalimat topik/kalimat pokok

2. Kalimat penjelas/pendukung

Ciri-ciri kalimat topik

Mengandung permasalahan yang

potensial untuk dirinci dan diuraikan

lebih lanjut;

􀂄Merupakan kalimat lengkap yang dapat

berdiri sendiri;

􀂄 Mempunyai arti yang cukup jelas tanpa

harus dihubungkan dengan kalimat lain;

􀂄 Dapat dibentuk tanpa bantuan kata

Sambungan

Jenis-jenis Alinea

Menurut kalimat topik

  • Alinea Deduktif (Kalimat utamanya terdapat pada bagian awal kalimat)
  • Alinea Induktif : ( Kalimat utamanya terdapat pada bagian akhir kalimat.)
  • Alinea Deduktif-Induktif ( Kalimat utamanya terletak di awal dan ditegaskan kembali pada bagian akhir)
  • Alinea Penuh kalimat topik (Kalimat utama yang tersirat pada seluruh kalimat di paragraph tersebut.)

Menurut sifat

  • Persuasif
  • Naratif

BAB 9

Pengembangan Alinea

Pengembangan Alinea Berkaitan dengan :

►Posisi kalimat topik

►Fungsi alinea

►Sifat informasi yang akan disampaikan (persuatif, argumentatif, naratif, deskriptif,

atau ekspositoris)

Terdapat Pengembangan Alinea

►Metode Definisi

►Metode Proses

►Metode Contoh

►Metode Sebab-akibat/ akibat-sebab

►Metode Umum-khusus/ khusus-umum

►Metode Klasifikasi

►Metode Perbandingan

Contoh :  Metode Definisi

Apa dan siapakah pahlawan itu? Pahlawan

adalah orang yang berpahala. Mereka yang

berbuat baik, melaksanakan kewajiban dengan

baik, berjuang tanpa pamrih adalah pahlawan.

Pahlawan tidak menuntut balas jasa, tidak ingin

dihargai, tidak meminta pengakuan dari orang

lain. Mereka berbuat berdasarkan idealisme, citacita

luhur, berjuang untuk kepentingan umum,

membela nusa, bangsa dan negara. Pahlawan

sejati adalah pahlawan yang tidak ingin disanjung

dan dijunjung.

Metode Proses

Cara pertama untuk membuat semen

melalui proses basah yaitu dimulai dengan

mencampur semua bahan baku dengan air.

Setelah itu, dihancurkan. Kemudian bahan

yang sudah dihancurkan tadi dibakar

menggunakan bahan bakar minyak. Karena

membutuhkan banyak BBM, proses ini

sudah jarang dilakukan oleh produsen

semen

Metode Contoh

Perkembangan teknologi informasi dapat

meningkatkan kinerja dan memungkinkan

berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan

cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya akan

meningkatkan produktivitas. Hal ini dapat dilihat

dari munculnya berbagai jenis kegiatan yang

berbasis pada teknologi, seperti e-government, ecommerce,

e-education, e-medicine, dan lainnya,

yang kesemuanya itu berbasiskan teknologi.

03/05/2012

2

Metode Sebab-akibat/

Akibat-sebab

Sebab-akibat

Kasus kerusuhan Batam lebih banyak dipicu oleh perlakuan diskriminatif terhadap pekerja Indonesia. Dikatakan diskriminatif karena upah yang tidak sama antara pekerja Indonesia dan

tenaga asing dengan tugas yang sama. Selain itu, sering diperlambatnya pembayaran upah serta berlarut-larut menyelesaikan persoalan berkaitan dengan buruh. Akibatnya, pekerja Indonesia menjadi mudah emosi dan puncaknya adalah terjadinya kerusuhan tersebut.

Metode Sebab-akibat/ Akibat-sebab

Akibat-sebab

Dia terpaksa tidak masuk sekolah hari ini. Sudah beberapa hari ibunya sakit.

Ayahnya yang dinanti-nantikan kedatangannya dari Jakarta, belum tiba.

Adik-adiknya yang masih kecil tidak ada yang menjaga.

Metode Umum-khusus

(1) Semua isi alam ini ciptaan Tuhan. (2) Ciptaan Tuhan yang paling berkuasa di

dunia ini adalah manusia. (3) Manusia diizinkan oleh Tuhan memanfaatkan isi alam

ini sebaik-baiknya. (4) Akan tetapi, tidak diizinkan menyiksa, mengabaikan, dan

menyia-nyiakannya.

Metode Khusus-umum

(1) Sudah beberapa kali Pancasila dirongrong bahkan hendak diubah dan

dipreteli. (2) namun setiap usaha itu gagal. (3) Betapapun usaha itu dipersiapkan

dengan cara yang teliti dan matang, semuanya dapat dihancurleburkan. (4) Hal

ini menjadi bukti yang meyakinkan kita bahwa Pancasila memang benar-benar

sakti.

Metode Klasifikasi

Indonesia disebut sebagai negara dengan perekonomian paling korup di Asia, dengan skor

8,32. Indikasi tersebut berasal dari survei yang dilakukan oleh Lembaga Konsultasi Risiko Politik

dan Ekonomi (PERC). Tempat kedua diduduki oleh Thailand skor 7,63. Kamboja menempati tempat ketiga dengan skor 7,25, diikuti India dengan skor 7,21 dan Vietnam, 7,11. Philipina yang disebut sebagai negara terkorup tahun 2008 berhasil

menurunkan skornya menjadi 7 dan berada di

tempat keenam.

Metode Perbandingan

Pantun dan syair mempunyai beberapa persamaan dan perbedaan. Keduanya

tergolong puisi lama yang terdiri atas 4 baris. Pada syair, keempat barisnya

merupakan isi, sedangkan pada pantun isinya terletak pada barus ke-3 dan ke-4.

Pantun berasal dari Indonesia, sedangkan syair berasal dari sastra Arab.

BAB 10

Tema, Topik, Judul Tulisan Dan Kerangka Karangan

 

Tema

Tema merupakan amanat yang akan disampaikan oleh penulis
• Tema dapat berarti “sesuatu yang telah diuraikan”
• Berasal dari bahasa Yunani : Thitenai yang berarti “menempatkan” atau “meletakkan”.
• Pengertian tema dapat dilihat dari dua sudut:

– Sudut karangan yang telah selesai

– Sudut proses penyusunan sebuah karangan

• Dari sudut karangan yang telah selesai :

– Tema adalah amanat utama yang diampaikan oleh penulis melalui karangannya

• Dari sudut proses penyusunan karangan :

– Apa pokok pembicaraannya

– Apa tujuan/tesis yang akan dicapai?

– Tema adalah suatu perumusan dari topik yang akan dijadikan landasan pembicaraan dan tujuan yang akan dicapai melalui topik.

Topik

Topik merupakan pokok pembicaraan / pokok permasalahan bersifat lebih khusus dan termasuk dari penjabaran dari sebuah tema.

• Ciri-ciri topik:

– Bersifat umum dan belum terurai

– Harus sesuatu yang nyata/tidak boleh abstrak

Contoh Topik

• Topik : Dampak Buruk Aborsi

• Tujuan : Membuktikan dampak buruk aborsi ditinjau dari sudut kesehatan dan moral.

• Contoh:

– Tema : Emansipasi Wanita

– Topik: Kedudukan dan kesempatan bagi wanita untuk mengembangkan eksistensi belum sepenuhnya terbuka lebar.

• Perlakuan yang tidak layak dari seorang suami kepada istrinya merupakan pelecehan

terhadap martabat wanita.

– Tema : Mahasiswa Indonesia Cerdas dan Berkarakter.

– Topik :  Pendidikan untuk Semua.

• Kebudayaan dan Kreativitas Masyarakat.

Judul

• Merupakan penjabaran/perincian dari topik

• Bersifat lebih spesifik dan telah

mengandung permasalahan yang lebih

jelas atau lebih terarah

• Topik dapat menjadi judul karangan

• Syarat-syarat judul yang baik:

– Harus relevan/bertalian dengan tema

– Harus “provokatif”/menarik

– Harus singkat

Kerangka Karangan

• Merupakan rencana teratur tentang

pembagian dan penyusunan gagasan

• Berfungsi untuk mengarahkan

• Dibentuk dengan menggunakan sistem

tanda atau kode tertentu

• Macam kerangka karangan:

– Kerangka topik

– Kerangka kalimat

Kerangka Topik

• Terdiri atas kata, frasa, dan klausa

• Tidak memerlukan tanda akhir titik karena

tidak memerlukan kalimat lengkap

Kerangka kalimat

• Unsur-unsurnya berupa kalimat lengkap

• Bersifat resmi

• Memerlukan tanda akhir titik

Pola Penyusunan Kerangka

Karangan

• Pola Alamiah􀃆 berdimensi ruang dan waktu

– Urutan ruang􀃆 pola penguraian yg menggambarkan

keadaan suatu ruang

– Urutan waktu􀃆 berdasarkan urutan

kejadian/kronologis

• Pola Logis

– Klimaks – antiklimaks

– Sebab – akibat

– Pemecahan masalah

– Umum – khusus

Urutan Ruang

Luasan Lumpur Lapindo di Sidoarjo dan

Dampaknya bagi Perekonomian Jawa

Timur

I. Lumpur Lapindo

A. Daerah Terdampak

1. daerah…

2. Daerah…

Urutan waktu

Topik: Riwayat hidup Robindranath Tagore

1. Jatidiri Rabindranath Tagore

2. Pendidikan Rabindranath Tagore

3. Karir Rabindranath Tagore

4. Akhir Hidup Rabindranath Tagore

Klimaks – antiklimaks

• Topik: Kejatuhan Soeharto

I. Praktik KKN Merajalela

II. Keresahan di Tengah Masyarakat

III. Kerusuhan Sosial di mana-mana

IV. Tuntutan Reformasi Menggema

V. Kejatuhan yang Tragis

Sebab – akibat

• Pemukiman Tanah Tinggi Terbakar

1. Kebakaran di Tanah Tinggi

2. Penyebab Kebakaran

3. Kerugian yang Diderita Masyarakat dan

Pemerintah

4. Rencana Rehabilitasi Fisik

Pemecahan Masalah

Topik: Bahaya Ekstasi dab Pemecahannya

1. Apakah Ekstasi

2. Bahaya Ekstasi

2.1 Pengaruh Ekstasi terhadap Syaraf Pemakainya

2.2 Pengaruh Ekstasi terhadap Masyarakat

2.2.1 Gangguan Kesehatan Masyarakat

2.2.2 Gangguan Kriminalitas

3. Upaya Mengatasi Bahaya Ekstasi

4. Simpulan dan Saran

Umum – khusus

Topik: Komunikasi Lisan

I. Komunikasi dan Bahasa

II. Komunikasi Lisan dan Perangkatnya

A. Kemampuan Kebahasaan

1. Olah Vokal

2. Volume dan Nada Suara

Sistem Penomoran

• Campuran Huruf dan Angka

I. Angka romawi besar untuk BAB

A. Huruf romawi besar untuk Sub Bab

1. Angka arab besar

a. Huruf romawi kecil

i. Angka romawi kecil

(a) huruf romawi kecil berkurung

(1) angka arab berkurung

Contoh

I. Pendahuluan

II. Tingkat Ekonomi di Indonesia

A. Sensus 2011

B. Sensus Jawa Timur

1. Pengukuran Fertilitas

2. Perbedaan Gender

a. Laki-laki

b. Perempuan

Sistem Angka Arab (digit)

1.

1.1

1.1.1

dst

Contoh:

1. Pendahuluan

2. Tingkat Ekonomi di Indonesia

2.1 Sensus 2011

2.2 Sensus Jawa Timur

2.2.1 Pengukuran Fertilitas

BAB 11

Penulisan Karangan Ilmiah

 

Macam Karangan

► Karangan non ilmiah : karangan yang tidak terikat pada

karangan baku

Misal: anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, novel, roman,

dan naskah drama

► Karangan semi ilmiah atau ilmiah populer: karakteristiknya

berada di antara ilmiah dan non-ilmiah

Misal: artikel, editorial, opini, reportase

► Karangan ilmiah: memiliki aturan baku dan sejumlah

persyaratan khusus yang menyangkut metode dan

penggunaan bahasa.

Misal: makalah, laporan, skripsi, tesis, disertasi

Karangan Ilmiah

►Karangan ilmiah adalah karya tulis yang

didalamnya berisi gagasan ilmiah, disusun

dengan menggunakan bahasa ilmiah,

berdasarkan hasil penyelidikan/fakta-fakta

ilmiah, dapat dibuktikan secara empiris, dan

ditulis dengan teknik penulisan ilmiah.

►Penyusunan dan penyajian karya didahului

oleh studi pustaka dan studi lapangan

Manfaat Penyusunan

Karangan Ilmiah

►Penulis akan terlatih mengembangkan

ketrampilan membaca yang efektif.

►Penulis akan terlatih mengembangkan hasil

bacaan dari berbagai sumber bacaan.

►Penulis akan dapat meningkatkan ketrampilan

dalam mengorganisasikan fakta secara jelas

dan sistematis.

►Penulis akan memperoleh kepuasan intelektual

►Penulis turut memperluas cakrawala ilmu

pengetahuan.

Sikap Ilmiah

►Ingin tahu

►Kritis

►Terbuka

►Obyektif

►Menghargai orang lain

►Berani mempertahankan kebenaran

►Menjangkau ke depan

Ciri-ciri Karangan Ilmiah

►Menyajikan fakta obyektif

►Penulisan cermat

►Tidak mengejar keuntungan pribadi

►Sistematis

►Tidak emotif

►Selalu didukung oleh data

►Memuat kebenaran

►Tidak melebih-lebihkan sesuatu

Bahasa Tulis Ilmiah

►Merupakan gabungan dari ragam bahasa

tulis dan ragam bahasa ilmiah

►Ragam bahasa tulis

_ Kosa kata yang digunakan dipilih dengan

cermat

_ Pembentukan kata dilakukan dengan sempurna

_ Dibentuk dengan struktur yang lengkap

_ Paragraf dikembangkan dengan satu dan padu

►Ragam bahasa Ilmiah

_ Cendikia

_ Lugas

_ Jelas

_ Formal

_ Bertolak dari gagasan

_ Obyektif

_ Konsisten

Cendikia

►Mampu digunakan secara tepat untuk

mengungkapkan hasil berpikir logis.

►Ketepatan dan keseksamaan penggunaan kata

Proses Hasil

_ Pemaparan – paparan

_ Pembahasan- bahasan

►Contoh:

_ Kemajuan informasi pada era globalisasi ini

dikhawatirkan akan terjadi pergeseran nilai

moral bangsa Indonesia terutama pengaruh

budaya barat yang masuk ke negara Indonesia

yang dimungkinkan tidak sesuai dengan nilainlai

budaya dan moral bangsa Indonesia.

_ Pada era globalisasi informasi ini dikhawatirkan

akan terjadi pergeseran nilai-nilai moral bangsa

Indonesia terutama karena pengaruh budaya

Barat yang masuk ke Indonesia.

Lugas

►Diungkapkan secara langsung

►Contoh:

_ Para pendidik yang kadang kala atau bahkan

sering kena getahnya oleh ulah sebagian

anak-anak mempunyai tugas yang tidak bisa

dikatakan ringan.

Jelas, Bertolak dari Gagasan, Formal

►Jelas: Tidak menggunakan kalimat yang

bertele-tele

►Bertolak dari Gagasan: tidak melenceng

►Formal:

_ Adanya kelengkapan unsur wajib (subyek dan

predikat)

_ Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan

Benar

Obyektif, Konsisten

►Obyektif : Tidak emosional dan memihak

►Konsisten: penggunaan istilah dan

penyebutan

BAB 12, 13

A. KUTIPAN

_ Pinjaman pendapat dari seseorang, baik

yang berupa tulisan dalam buku, majalah,

surat khabar, jurnal, bentuk tulisan

lainnya, serta dalam bentuk lisan, seperti

hasil pidato dan sebagainya.

_ Fungsi:

_ Landasan teori

_ Penguat pendapat penulis

_ Penjelasan suatu uraian

_ Bahan bukti untuk menunjang uraian

A. Mengutip

Ada 2 cara mengutip yaitu:

1. Kutipan langsung

2. Kutipan tidak langsung

1. Kutipan langsung

Mengutip pendapat/buah pikiran orang lain

seperti aslinya.

a. Kurang dari 40 kata

Merupakan bagian dari teks dan ditulis

diantara tanda kutip (“…..”) dengan diikuti nama

pengarang, tahun dan halaman

Mis:

1) “… naskah …” (Nasution, 2000:12). atau

2) Nasution (2000:12) menyimpulkan “ … naskah …”.

b. Lebih dari 40 kata

Ditulis terpisah dari teks yg mendahului dan

dimulai pd ketukan ke 6 dr tepi kiri dg spasi

tunggal

Contoh:

Nasution (2000:12) menyimpulkan sebagai berikut:

Masalah harus dirumuskan dengan jelas dan ini

dapat tercapai bila ………………………………..

……………………………………………………..

……………………………………………………….

Contoh:

Menurut Gorys Keraf dalam bukunya

Argumentasi dan Narasi (1983:3), argumentasi

adalah: Suatu bentuk retorika yang berusaha untuk

mempengaruhi sikap dan pendapat orang

lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya

bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara.

2. Kutipan tidak langsung

_ Mengutip pendapat/buah pikiran orang lain

dengan bahasa penulis sendiri

_ Dalam kutipan ini telah terjadi perubahan

bahasa dari aslinya dan diutarakan dengan

gaya bahasa penulis.

_ Untuk menunjukkan bahwa naskah tersebut

kutipan, diikuti dengan nama pengarang dan tahun.

a. Nama pengarang disebut terpadu dalam teks

Contoh:

Nasution (2000:3), tidak menduga bahwa

mahasiswa semester kelima lebih aktif dalam

berorganisasi daripada mahasiswa semester ketujuh.

b. Nama pengarang disebut dalam tanda kurung

Misalnya:

Mahasiswa semester kelima ternyata

lebih aktif dalam berorganisasi dari mahasiswa

semester ketujuh (Nasution, 2000:3).

B. CATATAN KAKI

1. Fungsi

Menunjukkan sumber informasi bagi pernyataan ilmiah yang terdapat dalam tulisan ilmiah.

2. Pemakaian

_ Mendukung keabsahan penemuan atau pernyataan

_ Referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakan

pada bagian mana/halaman berapa, hal yang sama dibahas di dalam tulisan

3. Penomoran

– Menggunakan angka arab (1,2, dan seterusnya) di bagian belakang yang diberi catatan kaki dan ditulis dengan teknik superscripts.

4. Penempatan

– Langsung di belakang bagian yang diberi catatan kaki.

– Yang umum adalah meletakkan di bagian bawah halaman atau pada akhir bab.

_ Ibid

_ Singkatan dari Ibidum = sama dengan diatas.

_ Ibid dipakai apabila kutipan diambil dari sumber yang sama dengan yang langsung mendahului (tidak disela oleh sumber lain), meskipun antara kedua kutipan itu terdapat beberapa halaman.

_ Ibid tanpa nomor halaman dipakai bila bahan yang dikutip diambil dari nomor halaman yang sama.

_ jika bahan yang diambil (dikutip) dari nomor halaman yang berbeda, maka digunakan ibid dengan nomor halamannya. Ibid tidak boleh dipergunakan bilamana diantara dua sumber

terdapat sumber lain, dan dalam hal ini dipakai op.cit. atau loc.cit.

 

Contoh Ibid.:

22. Kuntjoro Purbopranoto, 1978, Beberapa

Catatan Hukum Tata Pemerintahan dan Peradilan

administrasi Negara. Cet. II, Alumni, Bandung,

h.86.

23. Ibid. (berarti dikutip dari buku di atas dengan

halaman yang sama).

24. Ibid, h. 90. (berarti halamannya berbeda)

_ op.cit

_ Singkatan dari opere citati = karya yang telah dikutip.

_ Dipakai untuk menunjuk kepada sumber yang telah

disebut sebelumnya dengan lengkap tetapi telah

diselingi oleh sumber lain. Pemakaian op.cit harus

diikuti nomor halaman yang berbeda.

_ Kalau dari seorang penulis telah disebut dua macam

buku atau lebih, maka untuk menghindarkan

kekeliruan harus dijelaskan buku mana yang

dimaksudkan dengan

_ mencantumkan nama penulis diikuti angka romawi

besar (I, II, III, IV, ……….dst) pada “footnote

sesudah tahun penerbitan di antara dua tanda

kurung

Contoh op. cit

18. Sudargo Gautama, 1973, Hukum Agraria Antar Golongan

Alumni Bandung, (selanjutnya disingkat Sudargo Gautama I), h.

131.

19. Sudargo Gautama, 1973, Masalah Agraria. Berikut

Peraturan-peraturan dan Contoh contoh. Cet ke II Alumni Bandung,

(selanjutnya disingkat Sudargo Gautama II), h. 98.

20. Sudigdo Harjo Sudarmo, 1970, Masalah Tanah di Indonesia,

Suatu Studi Di sekitar Pelaksanaan Land Reform, Di Jawa dan

Madura. Bhatara, Jakarta, h. 54.

21. Sudargo Gautama I, op.cit, h. 139.

– Op.cit_yang dikuti adalah dari karya Sudargo Gautama dalam

footnote” nomor 18 (bukan 19).

– Ketentuan ini juga berlaku dalam pemakaian loc.cit. Bilamana

mengutip dari seorang pengarang yang menulis dua buku atau

lebih.

loc.cit

–          Singkatan dari loco citati = tempat yang telah dikutip.

–          dipergunakan kalau menunjuk kepada halaman

yang sama dari suatu sumber yang telah disebut

sebelumnya dengan lengkap, tetapi diselingi oleh

sumber lain.

_ Nomor halaman tidak dicantumkan dalam

penggunaan loc.cit, oleh karena nomor halaman itu

dengan sendirinya sama dengan nomor halaman

dalam karya yang disebut sebelumnya.

Contoh loc.cit :

26. E. Utrecht, 1960, Pengantar Hukum Administrasi Negara Indonesia. Cet. IV, Iktiar, Jakarta, h.176. 20. Sudigdo Harjo Sudarmo, 1970, Masalah Tanah di Indonesia, Suatu Studi Di sekitar Pelaksanaan Land Reform, Di Jawa dan Madura. Bhatara, Jakarta, h. 54. 27. E. Utrecht, loc.cit.

C. DAFTAR RUJUKAN/REFERENSI/ DAFTAR PUSTAKA

_Merupakan daftar acuan/daftar rujukan yang dirujuk oleh penulis dalam karya tulis

Ilmiahnya

_Merupakan bagian dari sikap ilmiah

_Memerlukan kecermatan & ketelitian

  • Format Vancouver

–          Menggunakan cara penomoran (pemberikan angka) yang berurutan untuk menunjukkan rujukan pustaka(sitasi).

–          Dalam daftar pustaka, pemunculan sumber rujukan dilakukan secara berurut menggunakan nomor sesuai kemunculannya sebagai sitasi dalam naskah tulisan

–          Sistem ini beserta variasinya banyak digunakan di bidang kedokteran dan kesehatan.

Contoh : melakukan perujukan sumber pustaka dalam naskah tulisan :

“Uraian tentang dampak dari meluasnya flu burung telah disampaikan oleh penulis dalam publikasi yang lain (1). Beberapa penulis lain juga telah membahas secara luas terkait dengan masalah sosial yang berkaitan dengan fenomena tersebut, terutama Lane (2,3) dan Lewis (4). Hasil penelitian dari beberapa sumber menunjukkan bahwa penggunaan obat flu konvensional dalam kasus flu burung dapat berakibat fatal (1,4,5) bahkan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kematian mendadak (3,6). Dua sumber bacaan berikut dapat digunakan untuk membantu penguasaan teknik penulisan:

– Sitasi:

1. Gunawan AW, Achmadi SS, Arianti L. 2004. Pedoman Penyajian Karya

Ilmiah.Bogor:IPBPr.

2. http://abacus.bates. edu/~ganderso/biology/resources/writing/

HTWgeneral. Html

 

  • Format Harvard

–          Sistem Harvard menggunakan nama penulis dan tahun publikasi dengan urutan pemunculan berdasarkan nama penulis secara alfabetis. Publikasi dari penulis yang sama dan dalam tahun yang sama ditulis dengan cara menambahkan huruf a, b, atau c dan seterusnya tepat di belakang tahun publikasi (baik penulisan dalam daftar pustaka maupun sitasi dalam naskah tulisan). Alamat Internet ditulis menggunakan huruf miring.

  • Membuat daftar rujukan

–          Urutan penulisan rujukan adalah: nama pengarang, tahun, judul, kota terbit, penerbit.

–          Penulisan pengarang diawali nama keluarga

–          Urutan penulisan dipisahkan dengan separator dengan titik (.) atau koma (,).

–          Judul ditulis huruf miring (italic) atau garis bawah (underline)

–          Pada daftar rujukan, rujukan ditulis urut abjad nama pengarang

–          Jarak antar rujukan 2 spasi, sedang antar baris dalam 1 rujukan 1 spasi

Contoh:

Alexander, Shirley. (1995). Teaching and Learning on the World Wide Web (Online). http://ausweb.scu.edu.au/aw95/education2 /alexander (accessesd 26 February 2006).

Baron, A E and Orwig,G W. (1995). Multimedia Technologies for

Training: An Introduction. Englewood: Cliffs,Libraries Unlimited Inc.

Surendro, Kridanto. (2005). Pengembangan Learning Content Management System yang Mendukung Peningkatan Efektifitas Proses Belajar Jarak Jauh. Jurnal Teknik Elektro, 5 (1):45-52.

D. Membuat tabel, grafik dan gambar

 

Tabel

–          Sederhana dan dipusatkan pada satu ide pokok

–          Jika lebih dari setengah halaman, ditempatkan pada halaman tersendiri

–          Diberi identitas (nomor dan nama) di atas table

–          Nomor tabel ditulis dengan angka arab

–           Jika tabel lebih dari satu halaman, kepala tabel harus diulang pada halaman selanjutnya.

http://blog.stikom.edu/

10390100042

Pert 1

  • Komunikasi

Komunikasi membutuhkan suatu bahasa yang bisa di mengerti untuk dapat berkomunikasi terhadap sesama.

 Komunikasi di bedakan menjadi dua, yaitu :

ð  Komunikasi secara Verbal adalah Komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan liusan atau tulisan.

ð  Komunikasi secaara Non Verbal adalah Komunikasi yang dilakukan menggunakan selain bahasa.

Seperti : menggunakan simbol (Tanda Latin)

               – menggunakan Isyarat (Lambaian Tangan)

               – Kode  (Morse)

               – Bunyi-bunyian (Sirine, kentongan)

Ada Beberapa Fungsi Bahasa yaitu :

  • Berkomunikasi
  • Mengekspresikan diri (Berupa puisi, perasaan seseorang dll..)
  • Berintegrasi & beradaptasi social
  • Kontrol sosial (Bagaimana seseorang  mencermati informasi yang di sampaikan, lalu memfungsikannya)

 

  • Ragam & Laras Bahasa

Ragam Bahasa adalah Variasi bahasa yang terjadi karena pemakaian bahasa.

Variasi artinya ada bahasa tulis, lisan, ragam formal, nonforman dan semi formal.

Contoh :

– Ragam Formal (Saya, Anda, Saudara, Bapak, Ibu dan Saudara)

– Ragam Semifromal (Aku, Kamu, Bung, Mas, dan Mbak)

– Ragam nonFormal (Gue, Ane, Lu, Neng dan Situ)

Ragam Bahasa terdiri dari :

Ragam Baku dan Tidak Baku

Ragam baku merupakan ragam bahasa yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar masyarakat pemakainya sebagai bahasa resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dalam penggunaanya. Sedangkan ragam tidak baku adalah ragam yang tidak dilembagakan dan ditandai oleh cirri-ciri menyimpang dari norma ragam baku.

Ragam bahasa baku memiliki sifat yaitu kemantapan dinamis, cendekia dan seragam. Kemantapan diartikan sebagai kesesuaian dengan kaidah bahasa dan dinamis yaitu tidak kaku atau tidak kaku. Bersifat cendekia karena ragam baku dipakai pada tempat-tempat resmi yang lebih sering terlibat di dalamya adalah kaum terpelajar. Dan bersifat seragam karena pada dasarnya pembakuan bahasa merupakan proses penyeragaman bahasa. Agar dapat dipakai dan dimengerti setiap orang pemakainya.

Ragam Baku Tulis dan Ragam Baku Lisan

Dengan adanya dua jenis ragam bahasa di atas yaitu ragam lisan dan tulis, dan ragam baku dan tidak baku  muncul sebuah ragam bahasa yang lain yaitu ragam baku tulis dan ragam baku lisan. Kedua ragam ini memiliki konsep yang sama dengan ragam di atas.

Ragam baku tulis merupakan ragam yang dipakai dengan resmi dalam buku-buku pelajaran atau buku-buku ilmiah. Ragam baku tulis berpedoman pada pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan, pedoman umum pembentukan istilah, dan KBBI. Sedangkan untuk ragam baku lisan adalah bagaimana menggunakan ragam bahasa baku seperti di atas dalam situasi lisan. Hal yang menentukan baik tidaknya ragam baku lisan seseorang adalah banyak sedikitnya pengaruh dialek atau logat bahasa daerah pembicara. Jika bahasa yang digunakan atau logat yang digunakan masih sangat menunjukan bahasa atau logat bahasa daerah maka dapat dikatakan bahasa baku lisan pembicara tersebut masih kurang baik.

  • Laras Bahasa

Macam-macam Laras Bahasa

–          Laras Ilmiah adalah kesesuaian antara bahasa dan fungsi pemakaiannya. Dalam hal itu, kita mengenal berbagai laras, seperti laras iklan, laras lagu, laras ilmiah, laras ilmiah populer, laras feature, laras komik, laras sastra. Setiap laras masih dapat dibagi lagi atas sublaras, misalnya laras sastra dapat dibagi lagi atas laras cerpen, laras puisi, laras novel, dan sebagainya.

–          Laras Sastra  (Puisi, cerpen, novel dll)

–          Laras Jurnalistik Adalahbahasa jurnalistik adalah satu ragam bahasa yang digunakan wartawan yang memiliki sifat-sifat khas singkat, padat, sederhana, lancar, jelas, lugas dan menarik

–          Laras Hukum

Pada saat digunakan sebagai alat komunikasi, bahasa masuk dalam berbagai laras sesuai dengan fungsi pemakaiannya. Jadi, laras bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan pemakaiannya. Dalam hal ini kita mengenal iklan, laras ilmiah, laras ilmiah populer, laras feature, laras komik, laras sastra, yang masih dapat dibagi atas laras cerpen, laras puisi, laras novel, dan sebagainya.

Setiap laras memiliki cirinya sendiri dan memiliki gaya tersendiri. Setiap laras dapat disampaikan secara lisan atau tulis dan dalam bentuk standar, semi standar, atau nonstandar. Laras bahasa yang akan kita bahas dalam kesempatan ini adalah laras ilmiah.

 

Pert .2

  • Tata Ejaan dan Pilihan Kata

Pengertian :

Ejaan adalah Seperangkat aturan / kaidah pelambangan bunyi bahasa perusahaan, penggabungan dalam penulisannya dalam bahasa.

Mengeja adalah Kegiatan melafalkan huruf, suku kata atau kata.

Jenis Ejaan ada 3

–           Ejaan Van Ophusyen

Ejaan Van Ophusyen disebut juga Ejaan Balai pustaka. Masyarakat pengguna bahasa menerapkannya sejak tahun 1901 sampai 1947. Ejaan ini merupakan karya Ch. A. Van Ophusyen, dimuat dalam kitab Logat Melayoe (1901). Ciri khusus ejaan Van Ophusyen:

–          Ejaan Republik/ Ejaan Suwandi

–          Ejaan Republik dimuat dalam surat keputusan Menteri P dan K Mr. Soewandi No.264/Bhg. A tanggal 19 maret 1947 oleh sebab ini disebut sebagai Ejaan Suwandi. Siste ejaan suwandi merupakan sistem ejaan latin untuk bahasa Indonesia.

–          Ciri khusus Ejaan Republik/ Suwandi :

  1. Huruf /oe/ dalam ejaan Van Ophusyen berubah menada /u/.
  2. Tanda trema pada huruf /a/ dan /i/ dihilangkan.
  3. Koma ain dan koma hamzah dihilangkan. Koma hamzah ditulis dengan /k/ misalanya kata menjadi katak.
  4. Huruf /e/ keras dan /e/ lemah ditulis tidak menggunakan tanda, misalnya    ejaan, seekor, dsb.
  5. Penulisan kata ulang dapat dilakukan dengan dua cara.

–          Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan penyempurnaan dari ejaan-ejaan sebelumnya. EYD diresmikan pada saat pidato kenegaraan memperingati HUT Kemerdekaan RI XXVII, 17 agustus 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya,Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.Kemudian dikukuhkan dalam Surat Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972. EYD ini hasil kerja panitia ejaan Bahasa Indonesia yang dibentuk tahun 1966.

  • Ruang Lingkup EYD

–          Pemakaian huruf

–          Penulisan huruf

–          Penulisan kata

–          Penulisan unsur serapan

  • Pemakaian Huruf

–          Abjad (a,b,c,d,…z)

–          Vokal (a, I, u, e, o)

–          Diftoong (gabungan dua vokal)

–           

 

Pert .3

  • Kalimat

merupakan bentuk bahasa atau wacana yang digunakan sebagai sarana untuk menuangkan dan menyusun gagasan secara terbuka agar dapat dikomunikasikan kepada orang lain (Mustakim, 1994).
adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subjek dan predikat, mempunyai intonasi dan bermakna (Finoza, 2003)

Unsur kalimat
adalah unsur sintaksis (jabatan kata/peran kata) yang terdiri dari:
– Subjek (S)
Bagian kalimat yang menunjukkan pelaku, sosok (benda), semua hal, atau masalah yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan.

– Predikat (P)
• Predikat menyatakan : keadaan yang dilakukan oleh S, Sifat, situasi, status, ciri atau jati diri S, Jumlah sesuatu yang dimiliki S.
• Bagian kalimat menghubungkan antar S dengan O dan K
• Dapat berupa kata/frasa berkelas verba, adjektifa, numeralia (kt. Bilangan), dannomina (benda)

– Objek (O)
• Bagian kalimat yang melengkapi P.
• Objek pada umumnya diisi oleh nomina, frasa nominal, atau klausa.
– Nomina = buku
– Frasa Nomina = buku sejarah
– Klausa = buku sejarah pertempuran bangsa Melayu
• Letak O selalu di belakang P yang berupa verba transitif, yaitu verba yang memerlukan O.
Membuat, merancang 􀃆 verba transitif 􀃆 P yang memerlukan O

– Pelengkap (Pel)
• Pelengkap atau komplemen adalah bagian kalimat yang melengkapi P.
• Letak Pelengkap umumnya di belakang P yang berupa verba.
• Seringkali kita dibuat bingung antara Pelengkap dan O.
• Pelengkap tidak dapat menjadi Subyek bila dipasifkan.

– Keterangan (Ket)
• Bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal tentang bagian kalimat yang lainnya.
• Unsur Ket dapat berfungsi untuk menerangkan S, P, O, dan Pel.
• Dimanakah posisi keterangan itu? Bisa di awal, tengah, dan akhir kalimat.

Pert .4

  • Kalimat Efektif

Yaitu kalimat yang benar, jelas dan mempunyai makna yang mudah di pahami.

Kehematan kata yaitu Upaya menghindari pemakaian kata yang tidak perlu.

Di gunakan untuk dengan :

–          Menghilangkan subyek

–          Menghindari pemakaian superordinate pada hiponimi kata.

–          Menghindarkan kesinoniman

Menjamakkan kata yang sudah jamak

Contoh :

–          Para tamu-tamu telah hadir (Tamu)

Kesatuan Gagasan yaitu terdapatnya satu ide pokok dalam sebuah kalimat.

Kelogisan adalah terdapat arti kalimat yang logis/masuk akal dan penulisannya sesuai EYD.

KEHEMATAN KATA
􀂄 Kehematan adalah upaya menghindari pemakaian kata yang tidak perlu.
􀃆kata menjadi padat berisi.
􀂄 Dapat dilakukan dengan cara:
􀂄 Menghilangkan pengulangan subyek
􀂄 Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata
􀂄 Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat
􀂄 Kehematan dengan tidak menjamakkan kata yang sudah jamak

KESATUAN GAGASAN
􀂄 Kesatuan gagasan adalah terdapatnya satu ide pokok dalam sebuah kalimat.
􀂄 Contoh: Berdasarkan agenda sekretaris manajer personalia akan memberi pengarahan kepada pegawai baru.

KELOGISAN
􀂄 Kelogisan adalah terdapatnya arti kalimat yang
logis/masuk akal dan penulisannya sesuai EYD.
􀂄 Contoh: Karena lama tinggal di asrama putra, anaknya semua laki-laki., Kepada ibu Intha, waktu dan tempat kami persilakan., Jalur ini terhambat oleh iring-iringan jenazah.

Ciri-ciri kalimat efektif

–          Kesepadanan gagasan

–          Keparalelan

–          Kehematan kata

–          Kesatuan gagasan

–          Kelogisan

–          Ketegasan

Pert .5

  •  Variasi Kalimat

 

Frase Adalah  pengungkapan kembali suatu konsep dengan cara lain dalam bahasa yang sama, namun tanpa mengubah maknanya tetapi belum menjadi kalimat.

Parafrase adalah istilah linguistik yang berarti pengungkapan kembali suatu konsep dengan cara lain dalam bahasa yang sama, namun tanpa mengubah maknanya. Parafrase memberikan kemungkinan kepada sang penulis untuk memberi penekanan yang agak berlainan dengan penulis asli. Istilah parafrase berasal dari bahasa Inggris paraphrase, dari bahasa Latin paraphrasis, daribahasa Yunani para phraseïn yang berarti “cara ekspresi tambahan”.

è Kalimat aktif Kalimat pasif
 

-Pengubahan dengan cara:
 Obyek kalimat aktif menjadi subyek pada kalimat pasif dan subyek pada kalimat aktif menjadi pelengkap pada kalimat pasif. Predikat diisi oleh verba berawalan (me N-)

-Pelengkap pada kalimat pasif menjadi subyek pada kalimat aktif, dan subyek menjadi Obyek. Predikat diisi oleh verba berawalan (di-)

è  Stilistika
Stilistika yaitu Predikat dan Obyek pada kalimat aktif menjadi Subyek pada kalimat pasif.

è Elips atau Pelesapan
Pelesapan dilakukan pada bagian tertentu dalam suatu kalimat atau bagian itu diganti dengan bentuk yang lebih pendek tanpa mengubah makna kalimat.

è Penggabungan
Ide yang berkaitan erat dapat dinyatakan dalam kalimat majemuk.
è Permutasian

– Permutasian yaitu mengedepankan fungsi-fungsi sintaktis tertentu tanpa mengubah makna kalimat.

–  Fungsi sintaktis adalah unsur-unsur dalam kalimat yang menempati fungsi SPOPelK
è Sinonim
Sinonim yaitu mengganti kata atau istilah tertentu dengan kata atau istilah lain yang mempunyai makna sama.
è Ekuatif
Variasi Ekuatif dilakukan dengan cara mengubah status Predikat dan Obyek menjadi Subyek dengan
menambah kata adalah.
è Meletakkan kata modal
Kata modal untuk menyatakan kepastian: pasti, pernah, tentu, dst
è Menggunakan Frasa
–  Menurut para ahli bedah, sulit untuk menentukan diagnosa jika keluhan hanya berupa sakit perut.
–  Anak-anak yang kurang mendapat perhatian cenderung melakukan perbuatan yang tidak diinginkan.

 

10390100042

…..\></…

Posted: March 10, 2012 in Uncategorized

mencapai impian perlu perjuangan yang sangat..Image

WELCOME

Posted: February 20, 2012 in Uncategorized

Alim

Posted: September 15, 2011 in Uncategorized

tugas awal

Hello world!

Posted: September 15, 2011 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.