BAHASA INDONESIA DAN TEKNIK PENULISAN ILMIAH Semester Genap

Posted: June 11, 2012 in Uncategorized

Rangkuman Bahasa Indonesia

BAB 8

Alinea / Paragraf

Satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa

Kalimat, Tetapi dimungkinkan juga alinea yang hanya satu kalimat.

Contoh :

Otakku penuh, badanku lemah tak bertenaga. Aku bingung,

tak tahu harus bagaimana menghadapinya. Aduh…, bagaimana

aku menghadapi hari esok?

Malam semakin larut, aku masih tetap duduk disini

memikirkan semuanya.

Berdasarkan fungsinya, struktur alinea diklasifikasikan dalam 2 macam :

1. Kalimat topik/kalimat pokok

2. Kalimat penjelas/pendukung

Ciri-ciri kalimat topik

Mengandung permasalahan yang

potensial untuk dirinci dan diuraikan

lebih lanjut;

􀂄Merupakan kalimat lengkap yang dapat

berdiri sendiri;

􀂄 Mempunyai arti yang cukup jelas tanpa

harus dihubungkan dengan kalimat lain;

􀂄 Dapat dibentuk tanpa bantuan kata

Sambungan

Jenis-jenis Alinea

Menurut kalimat topik

  • Alinea Deduktif (Kalimat utamanya terdapat pada bagian awal kalimat)
  • Alinea Induktif : ( Kalimat utamanya terdapat pada bagian akhir kalimat.)
  • Alinea Deduktif-Induktif ( Kalimat utamanya terletak di awal dan ditegaskan kembali pada bagian akhir)
  • Alinea Penuh kalimat topik (Kalimat utama yang tersirat pada seluruh kalimat di paragraph tersebut.)

Menurut sifat

  • Persuasif
  • Naratif

BAB 9

Pengembangan Alinea

Pengembangan Alinea Berkaitan dengan :

►Posisi kalimat topik

►Fungsi alinea

►Sifat informasi yang akan disampaikan (persuatif, argumentatif, naratif, deskriptif,

atau ekspositoris)

Terdapat Pengembangan Alinea

►Metode Definisi

►Metode Proses

►Metode Contoh

►Metode Sebab-akibat/ akibat-sebab

►Metode Umum-khusus/ khusus-umum

►Metode Klasifikasi

►Metode Perbandingan

Contoh :  Metode Definisi

Apa dan siapakah pahlawan itu? Pahlawan

adalah orang yang berpahala. Mereka yang

berbuat baik, melaksanakan kewajiban dengan

baik, berjuang tanpa pamrih adalah pahlawan.

Pahlawan tidak menuntut balas jasa, tidak ingin

dihargai, tidak meminta pengakuan dari orang

lain. Mereka berbuat berdasarkan idealisme, citacita

luhur, berjuang untuk kepentingan umum,

membela nusa, bangsa dan negara. Pahlawan

sejati adalah pahlawan yang tidak ingin disanjung

dan dijunjung.

Metode Proses

Cara pertama untuk membuat semen

melalui proses basah yaitu dimulai dengan

mencampur semua bahan baku dengan air.

Setelah itu, dihancurkan. Kemudian bahan

yang sudah dihancurkan tadi dibakar

menggunakan bahan bakar minyak. Karena

membutuhkan banyak BBM, proses ini

sudah jarang dilakukan oleh produsen

semen

Metode Contoh

Perkembangan teknologi informasi dapat

meningkatkan kinerja dan memungkinkan

berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan

cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya akan

meningkatkan produktivitas. Hal ini dapat dilihat

dari munculnya berbagai jenis kegiatan yang

berbasis pada teknologi, seperti e-government, ecommerce,

e-education, e-medicine, dan lainnya,

yang kesemuanya itu berbasiskan teknologi.

03/05/2012

2

Metode Sebab-akibat/

Akibat-sebab

Sebab-akibat

Kasus kerusuhan Batam lebih banyak dipicu oleh perlakuan diskriminatif terhadap pekerja Indonesia. Dikatakan diskriminatif karena upah yang tidak sama antara pekerja Indonesia dan

tenaga asing dengan tugas yang sama. Selain itu, sering diperlambatnya pembayaran upah serta berlarut-larut menyelesaikan persoalan berkaitan dengan buruh. Akibatnya, pekerja Indonesia menjadi mudah emosi dan puncaknya adalah terjadinya kerusuhan tersebut.

Metode Sebab-akibat/ Akibat-sebab

Akibat-sebab

Dia terpaksa tidak masuk sekolah hari ini. Sudah beberapa hari ibunya sakit.

Ayahnya yang dinanti-nantikan kedatangannya dari Jakarta, belum tiba.

Adik-adiknya yang masih kecil tidak ada yang menjaga.

Metode Umum-khusus

(1) Semua isi alam ini ciptaan Tuhan. (2) Ciptaan Tuhan yang paling berkuasa di

dunia ini adalah manusia. (3) Manusia diizinkan oleh Tuhan memanfaatkan isi alam

ini sebaik-baiknya. (4) Akan tetapi, tidak diizinkan menyiksa, mengabaikan, dan

menyia-nyiakannya.

Metode Khusus-umum

(1) Sudah beberapa kali Pancasila dirongrong bahkan hendak diubah dan

dipreteli. (2) namun setiap usaha itu gagal. (3) Betapapun usaha itu dipersiapkan

dengan cara yang teliti dan matang, semuanya dapat dihancurleburkan. (4) Hal

ini menjadi bukti yang meyakinkan kita bahwa Pancasila memang benar-benar

sakti.

Metode Klasifikasi

Indonesia disebut sebagai negara dengan perekonomian paling korup di Asia, dengan skor

8,32. Indikasi tersebut berasal dari survei yang dilakukan oleh Lembaga Konsultasi Risiko Politik

dan Ekonomi (PERC). Tempat kedua diduduki oleh Thailand skor 7,63. Kamboja menempati tempat ketiga dengan skor 7,25, diikuti India dengan skor 7,21 dan Vietnam, 7,11. Philipina yang disebut sebagai negara terkorup tahun 2008 berhasil

menurunkan skornya menjadi 7 dan berada di

tempat keenam.

Metode Perbandingan

Pantun dan syair mempunyai beberapa persamaan dan perbedaan. Keduanya

tergolong puisi lama yang terdiri atas 4 baris. Pada syair, keempat barisnya

merupakan isi, sedangkan pada pantun isinya terletak pada barus ke-3 dan ke-4.

Pantun berasal dari Indonesia, sedangkan syair berasal dari sastra Arab.

BAB 10

Tema, Topik, Judul Tulisan Dan Kerangka Karangan

 

Tema

Tema merupakan amanat yang akan disampaikan oleh penulis
• Tema dapat berarti “sesuatu yang telah diuraikan”
• Berasal dari bahasa Yunani : Thitenai yang berarti “menempatkan” atau “meletakkan”.
• Pengertian tema dapat dilihat dari dua sudut:

– Sudut karangan yang telah selesai

– Sudut proses penyusunan sebuah karangan

• Dari sudut karangan yang telah selesai :

– Tema adalah amanat utama yang diampaikan oleh penulis melalui karangannya

• Dari sudut proses penyusunan karangan :

– Apa pokok pembicaraannya

– Apa tujuan/tesis yang akan dicapai?

– Tema adalah suatu perumusan dari topik yang akan dijadikan landasan pembicaraan dan tujuan yang akan dicapai melalui topik.

Topik

Topik merupakan pokok pembicaraan / pokok permasalahan bersifat lebih khusus dan termasuk dari penjabaran dari sebuah tema.

• Ciri-ciri topik:

– Bersifat umum dan belum terurai

– Harus sesuatu yang nyata/tidak boleh abstrak

Contoh Topik

• Topik : Dampak Buruk Aborsi

• Tujuan : Membuktikan dampak buruk aborsi ditinjau dari sudut kesehatan dan moral.

• Contoh:

– Tema : Emansipasi Wanita

– Topik: Kedudukan dan kesempatan bagi wanita untuk mengembangkan eksistensi belum sepenuhnya terbuka lebar.

• Perlakuan yang tidak layak dari seorang suami kepada istrinya merupakan pelecehan

terhadap martabat wanita.

– Tema : Mahasiswa Indonesia Cerdas dan Berkarakter.

– Topik :  Pendidikan untuk Semua.

• Kebudayaan dan Kreativitas Masyarakat.

Judul

• Merupakan penjabaran/perincian dari topik

• Bersifat lebih spesifik dan telah

mengandung permasalahan yang lebih

jelas atau lebih terarah

• Topik dapat menjadi judul karangan

• Syarat-syarat judul yang baik:

– Harus relevan/bertalian dengan tema

– Harus “provokatif”/menarik

– Harus singkat

Kerangka Karangan

• Merupakan rencana teratur tentang

pembagian dan penyusunan gagasan

• Berfungsi untuk mengarahkan

• Dibentuk dengan menggunakan sistem

tanda atau kode tertentu

• Macam kerangka karangan:

– Kerangka topik

– Kerangka kalimat

Kerangka Topik

• Terdiri atas kata, frasa, dan klausa

• Tidak memerlukan tanda akhir titik karena

tidak memerlukan kalimat lengkap

Kerangka kalimat

• Unsur-unsurnya berupa kalimat lengkap

• Bersifat resmi

• Memerlukan tanda akhir titik

Pola Penyusunan Kerangka

Karangan

• Pola Alamiah􀃆 berdimensi ruang dan waktu

– Urutan ruang􀃆 pola penguraian yg menggambarkan

keadaan suatu ruang

– Urutan waktu􀃆 berdasarkan urutan

kejadian/kronologis

• Pola Logis

– Klimaks – antiklimaks

– Sebab – akibat

– Pemecahan masalah

– Umum – khusus

Urutan Ruang

Luasan Lumpur Lapindo di Sidoarjo dan

Dampaknya bagi Perekonomian Jawa

Timur

I. Lumpur Lapindo

A. Daerah Terdampak

1. daerah…

2. Daerah…

Urutan waktu

Topik: Riwayat hidup Robindranath Tagore

1. Jatidiri Rabindranath Tagore

2. Pendidikan Rabindranath Tagore

3. Karir Rabindranath Tagore

4. Akhir Hidup Rabindranath Tagore

Klimaks – antiklimaks

• Topik: Kejatuhan Soeharto

I. Praktik KKN Merajalela

II. Keresahan di Tengah Masyarakat

III. Kerusuhan Sosial di mana-mana

IV. Tuntutan Reformasi Menggema

V. Kejatuhan yang Tragis

Sebab – akibat

• Pemukiman Tanah Tinggi Terbakar

1. Kebakaran di Tanah Tinggi

2. Penyebab Kebakaran

3. Kerugian yang Diderita Masyarakat dan

Pemerintah

4. Rencana Rehabilitasi Fisik

Pemecahan Masalah

Topik: Bahaya Ekstasi dab Pemecahannya

1. Apakah Ekstasi

2. Bahaya Ekstasi

2.1 Pengaruh Ekstasi terhadap Syaraf Pemakainya

2.2 Pengaruh Ekstasi terhadap Masyarakat

2.2.1 Gangguan Kesehatan Masyarakat

2.2.2 Gangguan Kriminalitas

3. Upaya Mengatasi Bahaya Ekstasi

4. Simpulan dan Saran

Umum – khusus

Topik: Komunikasi Lisan

I. Komunikasi dan Bahasa

II. Komunikasi Lisan dan Perangkatnya

A. Kemampuan Kebahasaan

1. Olah Vokal

2. Volume dan Nada Suara

Sistem Penomoran

• Campuran Huruf dan Angka

I. Angka romawi besar untuk BAB

A. Huruf romawi besar untuk Sub Bab

1. Angka arab besar

a. Huruf romawi kecil

i. Angka romawi kecil

(a) huruf romawi kecil berkurung

(1) angka arab berkurung

Contoh

I. Pendahuluan

II. Tingkat Ekonomi di Indonesia

A. Sensus 2011

B. Sensus Jawa Timur

1. Pengukuran Fertilitas

2. Perbedaan Gender

a. Laki-laki

b. Perempuan

Sistem Angka Arab (digit)

1.

1.1

1.1.1

dst

Contoh:

1. Pendahuluan

2. Tingkat Ekonomi di Indonesia

2.1 Sensus 2011

2.2 Sensus Jawa Timur

2.2.1 Pengukuran Fertilitas

BAB 11

Penulisan Karangan Ilmiah

 

Macam Karangan

► Karangan non ilmiah : karangan yang tidak terikat pada

karangan baku

Misal: anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, novel, roman,

dan naskah drama

► Karangan semi ilmiah atau ilmiah populer: karakteristiknya

berada di antara ilmiah dan non-ilmiah

Misal: artikel, editorial, opini, reportase

► Karangan ilmiah: memiliki aturan baku dan sejumlah

persyaratan khusus yang menyangkut metode dan

penggunaan bahasa.

Misal: makalah, laporan, skripsi, tesis, disertasi

Karangan Ilmiah

►Karangan ilmiah adalah karya tulis yang

didalamnya berisi gagasan ilmiah, disusun

dengan menggunakan bahasa ilmiah,

berdasarkan hasil penyelidikan/fakta-fakta

ilmiah, dapat dibuktikan secara empiris, dan

ditulis dengan teknik penulisan ilmiah.

►Penyusunan dan penyajian karya didahului

oleh studi pustaka dan studi lapangan

Manfaat Penyusunan

Karangan Ilmiah

►Penulis akan terlatih mengembangkan

ketrampilan membaca yang efektif.

►Penulis akan terlatih mengembangkan hasil

bacaan dari berbagai sumber bacaan.

►Penulis akan dapat meningkatkan ketrampilan

dalam mengorganisasikan fakta secara jelas

dan sistematis.

►Penulis akan memperoleh kepuasan intelektual

►Penulis turut memperluas cakrawala ilmu

pengetahuan.

Sikap Ilmiah

►Ingin tahu

►Kritis

►Terbuka

►Obyektif

►Menghargai orang lain

►Berani mempertahankan kebenaran

►Menjangkau ke depan

Ciri-ciri Karangan Ilmiah

►Menyajikan fakta obyektif

►Penulisan cermat

►Tidak mengejar keuntungan pribadi

►Sistematis

►Tidak emotif

►Selalu didukung oleh data

►Memuat kebenaran

►Tidak melebih-lebihkan sesuatu

Bahasa Tulis Ilmiah

►Merupakan gabungan dari ragam bahasa

tulis dan ragam bahasa ilmiah

►Ragam bahasa tulis

_ Kosa kata yang digunakan dipilih dengan

cermat

_ Pembentukan kata dilakukan dengan sempurna

_ Dibentuk dengan struktur yang lengkap

_ Paragraf dikembangkan dengan satu dan padu

►Ragam bahasa Ilmiah

_ Cendikia

_ Lugas

_ Jelas

_ Formal

_ Bertolak dari gagasan

_ Obyektif

_ Konsisten

Cendikia

►Mampu digunakan secara tepat untuk

mengungkapkan hasil berpikir logis.

►Ketepatan dan keseksamaan penggunaan kata

Proses Hasil

_ Pemaparan – paparan

_ Pembahasan- bahasan

►Contoh:

_ Kemajuan informasi pada era globalisasi ini

dikhawatirkan akan terjadi pergeseran nilai

moral bangsa Indonesia terutama pengaruh

budaya barat yang masuk ke negara Indonesia

yang dimungkinkan tidak sesuai dengan nilainlai

budaya dan moral bangsa Indonesia.

_ Pada era globalisasi informasi ini dikhawatirkan

akan terjadi pergeseran nilai-nilai moral bangsa

Indonesia terutama karena pengaruh budaya

Barat yang masuk ke Indonesia.

Lugas

►Diungkapkan secara langsung

►Contoh:

_ Para pendidik yang kadang kala atau bahkan

sering kena getahnya oleh ulah sebagian

anak-anak mempunyai tugas yang tidak bisa

dikatakan ringan.

Jelas, Bertolak dari Gagasan, Formal

►Jelas: Tidak menggunakan kalimat yang

bertele-tele

►Bertolak dari Gagasan: tidak melenceng

►Formal:

_ Adanya kelengkapan unsur wajib (subyek dan

predikat)

_ Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan

Benar

Obyektif, Konsisten

►Obyektif : Tidak emosional dan memihak

►Konsisten: penggunaan istilah dan

penyebutan

BAB 12, 13

A. KUTIPAN

_ Pinjaman pendapat dari seseorang, baik

yang berupa tulisan dalam buku, majalah,

surat khabar, jurnal, bentuk tulisan

lainnya, serta dalam bentuk lisan, seperti

hasil pidato dan sebagainya.

_ Fungsi:

_ Landasan teori

_ Penguat pendapat penulis

_ Penjelasan suatu uraian

_ Bahan bukti untuk menunjang uraian

A. Mengutip

Ada 2 cara mengutip yaitu:

1. Kutipan langsung

2. Kutipan tidak langsung

1. Kutipan langsung

Mengutip pendapat/buah pikiran orang lain

seperti aslinya.

a. Kurang dari 40 kata

Merupakan bagian dari teks dan ditulis

diantara tanda kutip (“…..”) dengan diikuti nama

pengarang, tahun dan halaman

Mis:

1) “… naskah …” (Nasution, 2000:12). atau

2) Nasution (2000:12) menyimpulkan “ … naskah …”.

b. Lebih dari 40 kata

Ditulis terpisah dari teks yg mendahului dan

dimulai pd ketukan ke 6 dr tepi kiri dg spasi

tunggal

Contoh:

Nasution (2000:12) menyimpulkan sebagai berikut:

Masalah harus dirumuskan dengan jelas dan ini

dapat tercapai bila ………………………………..

……………………………………………………..

……………………………………………………….

Contoh:

Menurut Gorys Keraf dalam bukunya

Argumentasi dan Narasi (1983:3), argumentasi

adalah: Suatu bentuk retorika yang berusaha untuk

mempengaruhi sikap dan pendapat orang

lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya

bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara.

2. Kutipan tidak langsung

_ Mengutip pendapat/buah pikiran orang lain

dengan bahasa penulis sendiri

_ Dalam kutipan ini telah terjadi perubahan

bahasa dari aslinya dan diutarakan dengan

gaya bahasa penulis.

_ Untuk menunjukkan bahwa naskah tersebut

kutipan, diikuti dengan nama pengarang dan tahun.

a. Nama pengarang disebut terpadu dalam teks

Contoh:

Nasution (2000:3), tidak menduga bahwa

mahasiswa semester kelima lebih aktif dalam

berorganisasi daripada mahasiswa semester ketujuh.

b. Nama pengarang disebut dalam tanda kurung

Misalnya:

Mahasiswa semester kelima ternyata

lebih aktif dalam berorganisasi dari mahasiswa

semester ketujuh (Nasution, 2000:3).

B. CATATAN KAKI

1. Fungsi

Menunjukkan sumber informasi bagi pernyataan ilmiah yang terdapat dalam tulisan ilmiah.

2. Pemakaian

_ Mendukung keabsahan penemuan atau pernyataan

_ Referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakan

pada bagian mana/halaman berapa, hal yang sama dibahas di dalam tulisan

3. Penomoran

– Menggunakan angka arab (1,2, dan seterusnya) di bagian belakang yang diberi catatan kaki dan ditulis dengan teknik superscripts.

4. Penempatan

– Langsung di belakang bagian yang diberi catatan kaki.

– Yang umum adalah meletakkan di bagian bawah halaman atau pada akhir bab.

_ Ibid

_ Singkatan dari Ibidum = sama dengan diatas.

_ Ibid dipakai apabila kutipan diambil dari sumber yang sama dengan yang langsung mendahului (tidak disela oleh sumber lain), meskipun antara kedua kutipan itu terdapat beberapa halaman.

_ Ibid tanpa nomor halaman dipakai bila bahan yang dikutip diambil dari nomor halaman yang sama.

_ jika bahan yang diambil (dikutip) dari nomor halaman yang berbeda, maka digunakan ibid dengan nomor halamannya. Ibid tidak boleh dipergunakan bilamana diantara dua sumber

terdapat sumber lain, dan dalam hal ini dipakai op.cit. atau loc.cit.

 

Contoh Ibid.:

22. Kuntjoro Purbopranoto, 1978, Beberapa

Catatan Hukum Tata Pemerintahan dan Peradilan

administrasi Negara. Cet. II, Alumni, Bandung,

h.86.

23. Ibid. (berarti dikutip dari buku di atas dengan

halaman yang sama).

24. Ibid, h. 90. (berarti halamannya berbeda)

_ op.cit

_ Singkatan dari opere citati = karya yang telah dikutip.

_ Dipakai untuk menunjuk kepada sumber yang telah

disebut sebelumnya dengan lengkap tetapi telah

diselingi oleh sumber lain. Pemakaian op.cit harus

diikuti nomor halaman yang berbeda.

_ Kalau dari seorang penulis telah disebut dua macam

buku atau lebih, maka untuk menghindarkan

kekeliruan harus dijelaskan buku mana yang

dimaksudkan dengan

_ mencantumkan nama penulis diikuti angka romawi

besar (I, II, III, IV, ……….dst) pada “footnote

sesudah tahun penerbitan di antara dua tanda

kurung

Contoh op. cit

18. Sudargo Gautama, 1973, Hukum Agraria Antar Golongan

Alumni Bandung, (selanjutnya disingkat Sudargo Gautama I), h.

131.

19. Sudargo Gautama, 1973, Masalah Agraria. Berikut

Peraturan-peraturan dan Contoh contoh. Cet ke II Alumni Bandung,

(selanjutnya disingkat Sudargo Gautama II), h. 98.

20. Sudigdo Harjo Sudarmo, 1970, Masalah Tanah di Indonesia,

Suatu Studi Di sekitar Pelaksanaan Land Reform, Di Jawa dan

Madura. Bhatara, Jakarta, h. 54.

21. Sudargo Gautama I, op.cit, h. 139.

– Op.cit_yang dikuti adalah dari karya Sudargo Gautama dalam

footnote” nomor 18 (bukan 19).

– Ketentuan ini juga berlaku dalam pemakaian loc.cit. Bilamana

mengutip dari seorang pengarang yang menulis dua buku atau

lebih.

loc.cit

–          Singkatan dari loco citati = tempat yang telah dikutip.

–          dipergunakan kalau menunjuk kepada halaman

yang sama dari suatu sumber yang telah disebut

sebelumnya dengan lengkap, tetapi diselingi oleh

sumber lain.

_ Nomor halaman tidak dicantumkan dalam

penggunaan loc.cit, oleh karena nomor halaman itu

dengan sendirinya sama dengan nomor halaman

dalam karya yang disebut sebelumnya.

Contoh loc.cit :

26. E. Utrecht, 1960, Pengantar Hukum Administrasi Negara Indonesia. Cet. IV, Iktiar, Jakarta, h.176. 20. Sudigdo Harjo Sudarmo, 1970, Masalah Tanah di Indonesia, Suatu Studi Di sekitar Pelaksanaan Land Reform, Di Jawa dan Madura. Bhatara, Jakarta, h. 54. 27. E. Utrecht, loc.cit.

C. DAFTAR RUJUKAN/REFERENSI/ DAFTAR PUSTAKA

_Merupakan daftar acuan/daftar rujukan yang dirujuk oleh penulis dalam karya tulis

Ilmiahnya

_Merupakan bagian dari sikap ilmiah

_Memerlukan kecermatan & ketelitian

  • Format Vancouver

–          Menggunakan cara penomoran (pemberikan angka) yang berurutan untuk menunjukkan rujukan pustaka(sitasi).

–          Dalam daftar pustaka, pemunculan sumber rujukan dilakukan secara berurut menggunakan nomor sesuai kemunculannya sebagai sitasi dalam naskah tulisan

–          Sistem ini beserta variasinya banyak digunakan di bidang kedokteran dan kesehatan.

Contoh : melakukan perujukan sumber pustaka dalam naskah tulisan :

“Uraian tentang dampak dari meluasnya flu burung telah disampaikan oleh penulis dalam publikasi yang lain (1). Beberapa penulis lain juga telah membahas secara luas terkait dengan masalah sosial yang berkaitan dengan fenomena tersebut, terutama Lane (2,3) dan Lewis (4). Hasil penelitian dari beberapa sumber menunjukkan bahwa penggunaan obat flu konvensional dalam kasus flu burung dapat berakibat fatal (1,4,5) bahkan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kematian mendadak (3,6). Dua sumber bacaan berikut dapat digunakan untuk membantu penguasaan teknik penulisan:

– Sitasi:

1. Gunawan AW, Achmadi SS, Arianti L. 2004. Pedoman Penyajian Karya

Ilmiah.Bogor:IPBPr.

2. http://abacus.bates. edu/~ganderso/biology/resources/writing/

HTWgeneral. Html

 

  • Format Harvard

–          Sistem Harvard menggunakan nama penulis dan tahun publikasi dengan urutan pemunculan berdasarkan nama penulis secara alfabetis. Publikasi dari penulis yang sama dan dalam tahun yang sama ditulis dengan cara menambahkan huruf a, b, atau c dan seterusnya tepat di belakang tahun publikasi (baik penulisan dalam daftar pustaka maupun sitasi dalam naskah tulisan). Alamat Internet ditulis menggunakan huruf miring.

  • Membuat daftar rujukan

–          Urutan penulisan rujukan adalah: nama pengarang, tahun, judul, kota terbit, penerbit.

–          Penulisan pengarang diawali nama keluarga

–          Urutan penulisan dipisahkan dengan separator dengan titik (.) atau koma (,).

–          Judul ditulis huruf miring (italic) atau garis bawah (underline)

–          Pada daftar rujukan, rujukan ditulis urut abjad nama pengarang

–          Jarak antar rujukan 2 spasi, sedang antar baris dalam 1 rujukan 1 spasi

Contoh:

Alexander, Shirley. (1995). Teaching and Learning on the World Wide Web (Online). http://ausweb.scu.edu.au/aw95/education2 /alexander (accessesd 26 February 2006).

Baron, A E and Orwig,G W. (1995). Multimedia Technologies for

Training: An Introduction. Englewood: Cliffs,Libraries Unlimited Inc.

Surendro, Kridanto. (2005). Pengembangan Learning Content Management System yang Mendukung Peningkatan Efektifitas Proses Belajar Jarak Jauh. Jurnal Teknik Elektro, 5 (1):45-52.

D. Membuat tabel, grafik dan gambar

 

Tabel

–          Sederhana dan dipusatkan pada satu ide pokok

–          Jika lebih dari setengah halaman, ditempatkan pada halaman tersendiri

–          Diberi identitas (nomor dan nama) di atas table

–          Nomor tabel ditulis dengan angka arab

–           Jika tabel lebih dari satu halaman, kepala tabel harus diulang pada halaman selanjutnya.

http://blog.stikom.edu/

10390100042

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s